,

    Umroh Murah November 2018 | Reseller Umroh memiliki paket umroh murah untuk keberangkatan di blan november 2018. Seat sangat terbatas, maka bagi anda yang mau mendaftar umroh di bulan maret harus konfirmasi seat terlebih dahulu.

    Adapun harga / biaya umroh murah di bulan november adalah Rp.19.9 juta /pax.

    Umroh Murah November ini, Harga Sudah Termasuk biaya :
    1. Tiket pesawat PP (Citilink / setara)
    2. Visa umroh
    3. Hotel berbintang 3
    4. Makan / catering 3 kali sehari dengan menu indonesia
    5. Aiz Zamzam 5 liter /pax
    6. City tour kota makkah dan madinah
    7. Buss City tour full AC
    8. Muthowwif berpengalaman berbahasa indonesia
    Umroh Murah November ini, Harga Belum Termasuk biaya :
    1. Pembuatan passpor
    2. Suntik maningitis
    3. Buku Mahrom
    4. Visa progresif bagi yang sudah berangkat umroh di tahun 2017
    5. Keperluan pribadi seperti, tlp, laundry, kelebihan bagasi dll
    6. Perlengkapan Umroh dan handling Rp.500.000,-
    Fasilitas Yang akan di Dapatkan di paket umroh murah november Ini :
    • Hotel Makkah : Jauhdarat firdaus / setara
    • Hotel Madinah : Almassa / Setara
    • Maskapai penerbangan Citilink / setara
    Info lengkap dan pendaftaran silahkan KLIK DISINI

    , ,

    "Waah selamat ya bu.. Mobil baru nih, platnya masih putih, interiornya masih wangi bau pabrik.."
    "Eh.. Iya.. iya jeng, makasih.. Alhamdulillah dikasih rejeki oleh Allah"
    (Dalam hati: duuuh.. Gak tau dia kalo mobil ini kredit, cuman DP 30 juta, sisanya ngangsur 4 tahun)

    "Wuuiik! Motor baru brooo.. Dah 150CC ini yak? Makin ganteng lu pakai motor ini.. Beli cash berapa bro?"
    "Yooi cuy! Tarikannya mantaab, ngepoott bisa muter 470 derajat celsius! Enteeng dah.."
    "Beli di dealer mana? Beli cash berapa bro?"
    "Eh elu haus enggak.. Ada yang jual es tebu tuh disana!"
    (Dalam hati: waaaduuuh, ketahuan beli kredit gengsi nih gua! dah ganteng-ganteng gini masak naik motor utangan, jadi GGK dong.. Ganteng-Ganteng Kreditan!)

    "Waah pak, rumahnya nyaman sekali di kompleks ini, fasilitasnya lengkap, banyak pohonnya.. Belinya berapa pak kemarin?"
    "Aah.. Masih milik bank rumah ini pak, saya KPR 15 tahun, kalau gak nekat ya susah beli rumah jaman sekarang pak.. Bayar DP aja, nanti nyicil urusan belakangan"
    "Ooo gitu ya pak.. Saya mau KPR tuh gak berani pak, 15 tahun saya bayar cicilan. Saya milih beli tanah yang murah aja pak, pelan-pelan saya bangun tiap dapat rejeki, alhamdulillah sudah mau 4 tahun, bulan depan mau masang gentengnya pak.."
    "Eh iya pak.. Saya juga sempet mikir gitu dulunya, tapi aduh ini mumpung dapat yang cocok pak, akhirnya nekat aja deh.."

    "Heeei.. handphone baruu yaa! Gilee iPhone 6S plus! Ini kan mahaaal gilak! 14 juta kan harganya!"
    "Yaa demi komunikasi laah biar lancar, kalo lancar kan kerjaan juga gak ketinggalan, beres semua ditangan"
    (Dalam hati: gak tau dia, aku beli hape ini gesek 2 kartu kredit, sebulan bayar 1,3 juta sampai 12 kali bayar. Gak papa lah.. Kalo aku pakai hape ini kan orang juga segen ngeliatnya.."

    "Ciyeee yang habis pulang dari Dubai.. Foto-fotonya eksis benerrrr di instagram! Keren lo.. Oleh-oleh mannaa?"
    "Eh iyaaa.. Mumpung masih muda, sebanyak apapun tempat itu kita jelajahi, biar gak nyesel nanti kalau udah tua bro! Pokoknya bisnis jalan, ownernya jalan-jalan.."
    (Dalam hati: duuh, jangan sampai tau dia.. Beli tiketnya kemarin pakai kartu kredit utangan, jalan-jalan sekarang, bayarnya cicil hingga 2 tahun ke depan...)

    Mmmmm.....
    Gak usah nunjuk siapa-siapa, lebih baik kita ambil kaca, yang gede sekalian. Berdiri di depannya.. Naaah itulah pelakunya!

    Ilusi menjadi orang kaya, padahal sebenarnya belum mampu punya..
    Kredit adalah kewajiban, yang penting keren deh itu tongkrongan..
    Hutang adalah kebiasaan, yang penting harga diri naik drastis di depan teman..

    Dan kita tidak sadar, bertahun-tahun kita terjebak dalam hutang dan kredit yang membelenggu hidup kita, merampas uang kita, bunga berbunga tak ada habisnya, cicilan demi cicilan tak ada ujungnya..
    Sakit!!
    Perih!!
    Baru sekarang sadar, ternyata gaya hidup yang sudah menjebak kita..

    Rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup.. Tapi tak akan pernah cukup untuk gaya hidup!

    Dan yang baru sekarang kita sadar, hutang-hutang kredit yang kita ambil itu adalah hutang RIBA!
    RIBA? Apa itu mas?
    RIBA adalah RAIB!
    Rejeki yang asalnya dari riba akan berakhir dengan keraiban, hilang, musnah, semu, dan tidak ada keberkahan di dalamnya.

    Semua pinjaman yang meminta kelebihan bayar jatuhnya RIBA, dan proses itu bisa terjadi dalam akad jual beli dan hutang-piutang!
    Contoh:
    1. Dalam akad hutang:
    RIBA QARDH: hutang uang 1 juta dalam waktu 6 bulan, harus dikembalikan dengan bunganya 15%

    RIBA JAHILIYAH: hutang harus kembalikan dalam waktu 1 bulan, jika tidak tambah 10%

    RIBA NASI'AH: barang kredit tidak lunas dalam 1 tahun tambah denda 10%.

    2. Dalam akad jual beli:
    RIBA FADL: emas 5 gram, ditukar dengan emas 5,5 gram.
    Atau
    Menukar emas dengan perak secara kredit

    -------------
    "Mas siapa sih yang rese' bikin aturan RIBA itu haram dan dilarang? Padahal kan selama ini kita dah enak, bisa utang sana sini, bisa nyicil sana sini, bisa menikmati banyak hal bayar belakangan!"

    Naaah.. Itulah masalahnya bro! Aturan tentang riba haram ini bukan ada di Undang Undang buatan DPR, bukan di PP buatan Presiden apalagi Kapolri!
    Ini aturan Allah bro! Allaaah!
    Tuhan yang menciptakan kita..
    Yang menghidupkan kita,
    dan kelak PASTI mematikan kita!

    Wakwaaawww!
    "Duuuh.. Masak sih mas?"
    Gini gini coba dibaca ini, jangan kaget!
    1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 1 tahun 2004 menyatakan bahwa praktek perbungaan saat ini baik yang dilakukan Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan individu termasuk salah satu bentuk Riba, dan hukumnya HARAM.
    Gak percaya? Nih download surat resminya MUI disini →Atau KLIK DOWNLOAD DISINI

    2. Ketetapan akan keharaman bunga bank oleh berbagai Forum Ulama Internasional, antara lain:
    a. Majma’ul Buhuts al-Islamiyyah di al- Azhar Mesir pada Mei 1965. Ada 300 ulama seluruh dunia berkumpul sepakat tentang ini.
    b. Majma’ al-Fiqh al-Islamy Negara- negara OKI yang diseenggarakan di Jeddah tgl 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22-28 Desember 1985.
    c. Majma’ Fiqh Rabithah al-‘Alam al- Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah tanggal 12 – 19 Rajab 1406 H.
    * Keputusan Dar al-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979
    * Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.

    ------------
    "Mas kalau seluruh ulama mengharamkan riba, kenapa praktek itu masih ada dimana-mana?"
    Naaah... Karena ulama itu tidak memegang kekuasan bro, yang megang kuasa itu pemerintah. Tau sendiri kan negara kita, soal hutang jagoannya? Denger-denger hutang negara kita sudah 4300 trilyun! Kalo ditulis jadinya ini: Rp. 4.300.000.000.000.000!!
    Kalo dibelikan cendol, klekep berapa kabupaten itu bro?

    Dan tau enggak, kenapa ulama seluruh dunia mengharamkan? Mereka gak main-main, dasarnya Quran dan Hadist jelasssss banget! Cuman kita aja yang selama ini ngeyel, gak mau belajar ilmunya, cari pembenaran sendiri, ngutak-ngatik hukum dan aturan Allah biar yang haram jadi sedikit halal..

    Padahaaal... Khamar itu haram, walaupun diminum di halaman mushola, pakai sarung, baju koko dan peci, minumnya cuman 1/4 sloki sambil baca Bismillah.. Tetap Haram!

    Ketika kita ngeyel main-main dengan harta riba, maka yang terjadi KITA DAPAT UANGNYA, TAPI TIDAK DAPAT KEBERKAHANNYA..
    Uangnya dapat, tapi entah pergi kemana?..
    Kayaknye megang duit, tapi kok semua urusan jadi sulit..
    Duit segepok, tapi halangan datang terus gak kapok-kapok...
    Rekening kayaknya nambah, tapi sering dapat musibah..
    Dapat uang sebukit, tapi keluarga terus-terusan sakit..
    Itulah ciri rezeki yang tidak ada keberkahannya..

    Padahal Allah jelasss banget mengingatkannya..
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
    (Al-Baqarah: 278-279)

    Astagfirulllah.. Kita ngeyel, bakal diperangi langsung oleh Allah dan Rasulnya..

    Nabi pun terus mengingatkan betapa bahayanya riba, karena efek menghancurkannya bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang:

    "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba..”
    Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598)

    Astagfirullah.. Double kick langsung mental terkapar kita!

    "Terus kalo sudah terjebak dalam riba gimana mas? Bertahun-tahun terkekang hidup, tambal sulam dari hutang ke hutang.. Gali lobang tutup empang! Eh.. Nutup empang kecemplung jurang!"

    Ya ayooo kita berjuang bareng, kita hijrah dari gaya hidup penuh hutang menuju hidup tanpa hutang.. Tanpa riba.. Pasti bakal tenang hidup kita.
    Memang tidak mudah kawan, tapi justru disitulah bagian dari ikhtiar kita, saling mendukung dan saling mendoakan..
    Ada yang selasai dalam hitungan bulan..
    Ada yang hitungan tahun..
    Tidak masalah, karena momen taubat itu yang Allah suka..

    Ini langkah-langkahnya:
    1. Taubat, kita minta ampun pada Allah karena pernah memakan harta riba, dan berjanji kita tidak akan menambah lagi hutang riba! Stop! Stop! Cukup!
    2. Berazam bebas riba, artinya bercita-cita dan bersungguh-sungguh sampai mentok, untuk melunasi semua hutang kita.
    3. Fokus menyelesaikan hutang, menunda semua kesenangan. Tiap dapat rezeki langsung diniatkan mengurangi pokok hutang. Dari yang terjadwal 15 tahun, eh bisa lunas dalam 5 tahun. Bisa juga menjual aset-aset yang selama ini menjadi beban, mau rumah, ruko, kendaraan, atau apapun jika sudah niat bener bebas riba ya lepaskan saja.
    4. Minta doa dari orang sekitar, terutama dari ibu bapak kita, dari saudara dan kawan, dari duafa yang kita ringankan bebannya. Jangan remehkan kekuatan doa, kita tidak pernah tau dari mulut siapa doa kita dikabulkan..
    5. Terus perbaiki ibadah, sholat tepat waktu, sedekah dan zakat jangan ditunda-tunda, zikir kita perbanyak, biar Allah juga mempercepat hajat kita.

    Dan lihatlah kawan, ini janji Allah untuk kita..
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
    “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
    (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

    Tuh!
    Kita AKAN DITOLONG OLEH ALLAH asal kita benar-benar berniat dan berusaha menyelesaikan hutang kita di dunia..

    Buat kawan-kawan kita yang masih masuk golongan "Jamaah Ngeyeliah", sampaikan tulisan ini agar mereka sadar. Tugas kita menyampaikan, soal hidayah itu urusan Allah. Yang penting kita niatkan dapat pahala syiarnya..
    Pesan Nabi:
    "Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya.." (HR. Muslim)

    Ambil kaca lagi, mari instropeksi..
    Jika hidup kita susah..
    Hati sering gelisah..
    Tiap hari banyak masalah..
    Jiwa terasa gundah..
    Semua urusan tak pernah mudah..
    Halangan terus tak sudah-sudah..
    Mungkin karena harta riba kita telan dengan serakah.



    AYAT 55
    وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
    “Dan berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS adz-Dzaariyaat ayat 55)
    Ayat ini menjelaskan bahwa peringatan dalam bentuk ayat-ayat al-Quran maupun hadits-hadits yang shahih berupa janji-janji dan ancaman dari Allah akan memberikan manfaat hanya kepada hati orang yang beriman.
    Karena orang yang beriman, jika diingatkan dengan ayat-ayat Allah, mereka akan menerimanya dengan sepenuh jiwa dan ketundukan. Mereka tidak akan berlaku bagaikan orang yang tuli dan buta ketika datang peringatan dari Allah:
    “dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang yang tuli dan buta” (QS al-Furqan: 73)
    Orang yang mendapatkan manfaat dari peringatan adalah orang yang beriman. Sedangkan orang yang tidak mendapat manfaat dari peringatan adalah orang yang tidak beriman, bisa jadi imannya sudah hilang atau kurang imannya. Karena itu, lihatlah keadaanmu. Jika engkau mendengar peringatan dari ayat-ayat Allah apakah engkau menjadi ingat dan takut. Jika demikian, pujilah Allah karena itu menunjukkan bahwa engkau beriman. Namun, jika dengan adanya peringatan hatimu tidak terpengaruh, tetap saja keras, maka janganlah cela kecuali diri sendiri. Hendaknya engkau segera kembali kepada Allah, hingga bisa mendapat manfaat dari pemberian peringatan dengan ayat-ayatNya. Ayat ini juga menunjukkan bahwa semakin kuat keimanan, semakin besar dan agung manfaat yang diterima seseorang ketika mendapatkan peringatan dari ayat-ayat Allah maupun hadits-hadits Rasulullah shollallahu alaihi wasallam.
    (disarikan dari transkrip ceramah Syaikh Ibnu Utsaimin dalam menafsirkan surat adz-Dzaariyaat)
    AYAT 56
    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
    “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
    Ibnu Abbas berkata: Semua penyebutan ibadah dalam al-Quran maknanya adalah tauhid (Tafsir al-Qurthuby (18/193). Artinya, jika dalam al-Quran terdapat perintah untuk beribadah kepada Allah, maksudnya adalah tauhidkan Allah atau sembahlah (beribadahlah) hanya kepada Allah. Karena itu, makna ayat ini adalah: Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali agar mereka beribadah hanya kepadaKu.
    Ibadah adalah penghambaan. Segala macam perbuatan atau ucapan yang dicintai dan diridhai oleh Allah adalah ibadah. Termasuk juga amalan hati seperti cinta kepada Allah, tunduk; menghinakan dan merendahkan diri, takut, berharap, tawakkal, semuanya adalah ibadah.
    Jika di dalam al-Quran dan hadits terdapat perintah terhadap sesuatu, maka sesuatu itu adalah ibadah. Jika Allah dan RasulNya melarang sesuatu, maka meninggalkan sesuatu itu adalah ibadah.
    Sebagian Ulama menjelaskan bahwa perasaan yang harus dibangun pada saat beribadah harus mengandung 3 hal:
    (i) cinta dengan pengagungan,
    (ii) takut, dan
    (iii) berharap.
    Barangsiapa yang dalam seluruh ibadah hanya mendasari pada cinta saja, maka ia adalah zindiq. Barangsiapa yang dalam seluruh ibadahnya hanya takut saja maka ia adalah Haruri (khawarij). Barangsiapa yang dalam seluruh ibadahnya hanya berharap saja, maka ia adalah Murji’ah. Barangsiapa yang menggabungkan perasaan cinta, berharap, dan takut dalam ibadah-ibadahnya, maka ia adalah seorang yang beriman. Sebagaimana ungkapan ini dijelaskan oleh Ibnul Qoyyim sebagai ucapan sebagian Ulama Salaf.
    AYAT 57
    مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُون
    ِTidaklah Aku menginginkan rezeki dari mereka dan Aku tidak mengharapkan mereka memberi makan kepada-Ku” (QS adz-Dzaariyaat ayat 57)
    Ayat ini menjelaskan bahwa ibadah dari seseorang kepada Allah bukanlah karena Allah butuh kepada orang tersebut. Allah tidak butuh dengan ibadah kita, namun justru kita yang sangat butuh untuk beribadah kepada Allah. Semakin baik ibadah yang kita persembahkan kepada Allah, semakin besar manfaatnya kembali kepada kita.
    AYAT 58
    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
    Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pemberi rezeki yang Memiliki Kekuatan yang Teguh” (QS adz-Dzaariyaat ayat 58)
    Allah adalah ar-Rozzaaq, bukan sekedar ar-Raaziq. Kalau ar-Raaziq artinya yang memberi rezeki, sedangkan ar-Rozzaaq adalah yang sangat banyak dan berlimpah dalam memberi rezeki.
    Para Ulama menjelaskan bahwa rezeki adalah segala pemberian dari Allah untuk manfaat duniawi dan Dien. Semua nikmat yang kita terima adalah rezeki dari Allah, termasuk ketenangan hati, udara yang nyaman, dan ilmu yang bermanfaat. Sebagian orang menyempitkan makna rezeki hanya pada harta berupa uang dan semisalnya. Padahal, rezeki dari Allah yang kita terima lebih luas dari itu.
    مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
    “Barangsiapa di antara kalian yang berada di waktu pagi dalam keadaan: sehat tubuhnya, perasaan aman dalam hatinya, dan hari itu ada kecukupan makanan, maka seakan-akan telah terkumpul (seluruh kenikmatan) dunia” (HR atTirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan atTirmidzi dan al-Albany)
    Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Dia adalah Sang Maha Pemberi Rezeki dan Pemilik Kekuatan yang teguh (kekuatan yang tidak ada bandingan dan tak terkalahkan). Hal ini adalah sebagai salah satu alasan bahwa Allah tidak butuh dengan apapun dan siapapun. Karena ialah Sang pemberi, tidak butuh pemberian. Dialah Sang Maha Kuat, tidak butuh bantuan. Karena bantuan dan pertolongan hanyalah dibutuhkan oleh pihak yang lemah.


     لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚوَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

    Artinya : “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir” (QS.Al Hasyr:21)

    Itulah kedahsyatan Al Qur’an yang mampu meluluh lantakan sebuah Gunung yang begitu besar.

    Maka manusia yang tidak mampu tersentuh dengan ayat-ayat Al Qur’an maka hati mereka telah keras bahkan lebih keras dari gunung.

    Seandainya gunung saja masih memilik rasa takut kepada Allah maka sungguh celakalah manusia yang tidak memiliki rasa takut kepada-Nya.

    Segera obati hatimu yang sakit sebelum mati dengan membaca Al Qur’an dan mentadabburinya, karena sekeras apapun hatimu, yakinlah bahwa Al Qur’an akan mampu melunakkannya.Dan itulah sumber kehidupan dan kebahagiaan hatimu.

    02 Dzulqadah 1436
    ———————-
    Khartoum-Sudan


    “Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Alloh), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam”. (QS. Al Ankabut, 29 : 38)
    Dalam tafsir Fii Zhilalil Qur’an, Asy Syahid Sayyid Quthb menyebutkan bahwa kaum Aad dan Tsamud adalah kaum yang terhormat dan memiliki kedudukan yang kokoh, namun dihancurkan oleh Alloh SWT karena kesesatanya.
    Alloh SWT menganugerahkan akal kepada mereka dan menurunkan wahyu melalui Nabi-Nya untuk membimbing mereka kepada jalan Alloh SWT, namun akal yang mereka miliki dan ilmu yang mereka kuasai melalaikan mereka dari tuntunan Alloh SWT. Mereka bangga dan tertipu dengan diri mereka.
    Fenomena seperti ini kembali muncul saat ini. Tidak kurang orang yang memiliki ilmu malah tidak berhati-hati  dengan ilmunya, orang yang berharta bangga dengan hartanya, orang yang berpangkat takjub dengan pangkatnya, orang yang berkuasa lupa diri dengan kekuasaannya, begitu pula orang-orang yang beramal shaleh seperti berdakwah dan menghafal Al Qur’an bisa tergelincir ke dalam perbuatan yang bertentangan dengan apa yang dihafal, dipelajari dan didakwahkan. Penyebab itu semua adalah karena hilangnyaWaro’ (tidak berupaya menjaga diri) dari hal-hal  yang syubhat sehingga tergelincir ke dalam perilaku yang haram, dan hal tersebut diawali karena muncul anggapan tentang suatu perbuatan buruk yang dianggap biasa (tidak apa-apa).
    Nabi SAW mengingatkan kita semua :

    إنَّ الْحَلالَ بيِّن وإنَّ الْحَرَامَ بَيِّن وبينهما أمور مُشْتَبهاتٌ لا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ الناسفَمَنِ اتَقى الشبهات استبرأ لِدِينهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشبهَاتِ وَقَعَ في الْحَرامكَالرَّاعي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أنْ يَرْتَعَ فِيهِ.

    “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antara keduanya ada perkara yang syubhat (samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum) nya. Siapa yang menghindari perkara syubhat (samar), maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Siapa yang jatuh ke dalam perkara yang syubhat (samar) maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram, bagaikan penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang lain) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya”. (HR. Bukhari Muslim)
    Seseorang yang menggampangkan dan meremehkan perkara yang syubhat (samar), akan lebih mudah digoda syetan sehingga akhirnya terjebak melakukan perbuatan yang haram tanpa rasa bersalah dan berdosa serta tidak malu melakukannya.
    Untuk seorang penghafal Al Qur’an, hal tersebut harus menjadi prinsip tersendiri, karena hakikatnya yang sedang dia hafal  adalah Kalam-NYA, maka lisan, ucapan dan perbuatan harus  mencerminkan isi Kalam Alloh SWT yang  ada dalam dadanya. Sehingga berlaku suatu kaidah sederhana “sesuatu yang menurut orang awam kebanyakan adalah perkara yang lazim maka untuk  seorang penghafal  Al Qur’an perkara tersebut bisa jadi syubhat”. Untuk seorang penghafal Al Qur’an PP BBM, photo selfie, narsis, cuitan di twitter, status FB,  WA, Chat, GEGANA (Gelisah Garau Merana) di  jejaring social, menjadi sesuatu yang “kurang atau tidak layak” dilakukan.
    KH. Arwani Amin Al Hafizh, Allohu Yarham, seorang Kyai, ‘Alim dan Hafizh yang melalui tangannya – biidznillah – ribuan penghafal Al  Qur’an lahir di nusantara, pernah memberikan nasihat yang juga dinasihatkan oleh guru saya agar ”jangan terlalu banyak bersenda gurau” karena ia bisa mengeraskan hati sehingga nanti sulit menghafal Al Qur’an.
    Seorang penghafal Al Qur’an juga harus menjauhi sumber kemaksiatan agar tidak terjatuh kedalam kemaksiatan tersebut, sehingga tidak elok rasanya dia sibuk dalam antrian untuk nonton film di  bioskop. Jika kebetulan  ingin menambah tsaqofah dengan menonton film islami maka bisa dicari pola yang lain seperti nonton bareng di rumah sambil dibahas inti dari film tersebut sesudahnya agar bisa menambah keimanan kepada Alloh SWT. Hal ini disebabkan jika seseorang bertindak berani di tempat yang meragukan, niscaya akan bertambah keberaniannya melakukan hal yang lebih berat. Hal ini sesuai sabda Nabi SAW,“Dan sesungguhnya orang yang bercampur keraguan, hampir-hampir ia berani (melakukan hal yang diharamkan)” (HR. Abu Dawud).
    Juga jauh dari  kata layak jika seorang penghafal Al  Qur’an sibuk memikirkan mode baju, jilbab, gadget baru dan sibuk membicarakan atau terpikat dengan kendaraan terbaru, atau sibuk memikirkan istri baru. Ini lebih kepada kehati-hatian agar tidak muncul idhtiroobun nafs (kegelisahan jiwa) dan idh’aaful iman (melemahkan iman) sehingga Al Qur’an enggan melekat dalam hati kita.
    Sebagai penutup,  mari kita ingat nasihat penghulu Murobbi kita, Baginda Rasulullah SAW :

    البِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَاْلإِثْمُ مَالَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ الْمُفْتُوْنَ

    Kebaikan adalah sesuatu yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tenteram kepadanya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang jiwa tidak merasa tenang dan hati tidak merasa tenteram kepadanya, sekalipun orang-orang memberikan berbagai pendapat kepadamu.” (Shahihul Jami’ : 2881)
    لاَيَبْلُغُ الْعَبْدُ أَنْ يَكُوْنَ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ حَتَّى يَدَعَ مَالاَبَأْسَ بِهِ حَذَرًا مِمَّا بِهِ بَأْسٌ
     “Seorang hamba belum mencapai kedudukan orang-orang yang bertaqwa hingga ia meninggalkan hal yang sebenarnya tidak apa-apa hanya untuk menghindari hal yang ada apa-apanya (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah, derajatnya Hasan).


    Pelayanan Catering Online
    Menerima pesanan segala macam masakan khas indonesia.
    Dengan mengedepankan citarasa indonesia Catering Online membuka diri dengan tingkat kepercayaan pelanggan yang sudah terbukti. berbagai testimoni hadir tanpa di undang.

    Untuk Pemesanan Hub :

    081212170568


Top